Selamat Datang di Catatan Kecil Ega, Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca ^_^

PROPOSAL KULIT MANGGIS



BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
                  Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Buah manggis adalah buah endemik kawasan tropis seperti asia tenggara meliputi Indonesia, malaysia, thailand. Buah manggis, berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwarna merah. Buah ini mengandung mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.
                  Dalam proposal ini akan dibahas tentang pemanfaatan buah manggis sebagai obat herbal yang mampu mengatasi dan mencegah beberapa penyakit tertentu . Dan juga bisa dimanfaatkan sebagai penambah stamina.
                  Tidak hanya daging buahnya saja, karena akan dikaji pula tentang pemanfaatan kulit buah manggis yang dapat diolah menjadi jus dan dapat mengatasi berbagai penyakit jika diolah dengan baik.

B.  Identifikasi Masalah
                  Banyak masyarakat tidak mengetahui manfaat dari kulit manggis. Dan dalam proposal ini saya jelaskan mengenai manfaat kulit buah manggis untuk mengobati berbagai penyakit.

C. Pembatasan Masalah
                  Dalam proposal ini hanya akan dibahas mengenai pemanfaatan kulit manggis untuk berbagai macam pengobatan untuk penyakit tertentu.

D. Perumusan Masalah
                  Berdasarkan latar belakang diatas, dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1.   Kandungan apa saja yang terdapat dalam kulit buah manggis?
2.   Bagaimana pemanfaatan kulit buah manggis untuk kesehatan?
      3.   Penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan kulit buah manggis?
      4. Bagaimana cara mengelola kulit buah manggis untuk mengobati, mencegah penyakit kanker?

E. Tujuan Penelitian
                  Adapun tujuan dari proposal ini untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia1 # untuk mendapatkan nilai tetapi juga untuk memberikan informasi kepada pembaca agar tahu tentang pemanfaatan kulit buah manggis yang dapat menjadi obat dari berbagai penyakit.

F. Kegunaan Penelitian
                  Menambah wawasan masyarakat tentang buah manggis. Dan meningkatkan kreativitas dalam mengolah buah manggis sebagai obat berbagai macam penyakit. Dengan cara dijadikan jus atau ditambah beberapa ramuan tradisional.

BAB II
LANDASAN TEORI dan HIPOTESIS
A. Landasan Teori
      a.  Kandungan dari Kulit Buah Manggis
                  Masyarakat tradisional, buah Manggis dipercaya bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti sariawan, disentri, amandel, borok, dengan kemampuan anti-peradangan atau anti-inflamasi yang dimilikinya.
Hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kulit buah Manggis sangat kaya akan anti-oksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat maupun antosianin. Dalam kulit buah Manggis juga mengandung air sebanyak 62,05%, lemak 0,63%, protein 0,71%, dan juga karbohidrat sebanyak 35,61%. Dibawah ini adalah zat-zat yang terkandung dalam kulit manggis.
i.   Xanthone
            Antioksidan yang terdapat dalam  kulit buah Manggis dengan kadar yang tinggi ini memiliki sifat yang baik dan bermanfaat bagi tubuh, seperti anti-peradangan, anti-diabetes, anti-kanker, anti-bakteri, anti-jamur, anti-plasmodial, dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh, hepatoprotektif.
            Di dalam senyawa xanthone teridentifikasi sekitar 14 jenis senyawa turunannya. Yang paling banyak terkandung dalam buah Manggis ialah kandungan alfa-mangostin dan gamma-mangostin.
            Alfa-mangostin adalah senyawa yang sangat berkhasiat dalam menekan pembentukan senyawa karsinogen pada kolon. Selain alfa-mangostin, senyawa xanthone juga mengandung gamma-mangostin yang juga memiliki banyak manfaat dalam memberikan proteksi atau melakukan upaya pencegahan terhadap serangan penyakit.
            Menurut penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1970-an, kedua turunan senyawa xanthone tersebut bisa menghentikan proses peradangan atau inflamasi dengan jalan menghambat enzim COX-2 yang merupakan enzim pemicu peradangan.
            Dalam penelitian lainnya juga ditemukan fakta bahwa gamma-mangostin memiliki sifat anti-radang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan obat-obat inflamasi yang selama ini beredar di pasaran.
            Dengan demikian, gamma-mangostin mampu memberikan proteksi pada serangan penyakit yang menyebabkan inflamasi seperti alzheimer dan arthritis.
ii . Tanin
         Tanin, senyawa lain yang terkandung dalam kulit buah Manggis, memiliki aktifitas antioksidan yang mampu menghambat enzim seperti DNA topoisomerase, anti-diare, hemostatik, anti-hemoroid, dan juga menghambat pertumbuhan tumor.
         Tanin sendiri mampu membentuk kompleks kuat dengan protein sehingga dapat menghambat penyerapan protein dalam pencernaan. Dengan kata lain bisa disebut anti-nutrisi.
         Oleh sebab itu, kadar tanin dalam produk-produk pangan patut diperhatikan dan diformulasikan secara cermat supaya kadarnya aman untuk pencernaan manusia.
            Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai anti-oksidan yang baik dan memiliki peranan yang cukup penting dalam mencegah beberapa penyakit seperti kanker, diabetes, kardiovaskuler, dan neuronal.
            Antosianin merupakan kelompok pigmen yang terdapat dalam tanaman dan biasanya banyak ditemukan dalam bunga, sayuran maupun buah-buahan seperti Manggis, Stroberry, Rasberry, Apel, dan lainnya.
iv. Anti-Inflamasi (Peradangan)
            Kulit buah Manggis memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi (anti-peradangan). Untuk membuktikan hal itu, penelitian yang dilakukan adalah dengan memakai mangostin dari ekstrak etanol 40% yang memiliki aktifitas penghambatan terhadap pelepasan nistamin dan sintesis prostagladin E2 sebagai perantara inflamasi. Kandungan ekstrak etanol dalam kulit buah Manggis mampu meredam radikal bebas secara kuat.
v. Anti-Kanker
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kandungan xanthone dalam kulit buah Manggis mampu berperan sebagai senyawa anti-kanker. Kulit buah Manggis memiliki sifat antiproliferasi untuk bisa menghambat pertumbuhan sel kanker, selain juga mampu menghancurkan sel kanker.

      b. Pemanfaatan Kulit Buah Manggis
                  Pemanfaatan kulit buah manggis dengan mengolahnya sebagai jus kulit manggis yang dijadikan sebagai obat . Kita coba mengakali bagaimana caranya agar jus ini dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh orang banyak tanpa membebani mereka dengan pengeluaran yang mahal. Pemanfaatan kulit jus ini dapat disajikan dengan cara menjus kulitnya saja dari buah manggis. Kulit buah manggis juga dapat dijus dengan tambahan obat tradisional.

      c. Penyakit Yang Disembuhkan Kulit Buah Manggis
                  Ternyata, khasiat kulit manggis selain mengandung Xanthone yang merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, kulit buah manggis juga sangat kaya akan antioksidan tinggi yang dapat mengobati berbagai macam penyakit bahkan penyakit maut sekalipun seperti penyakit jantung, kanker,stroke, diabetes, ginjal, hepatitis, AIDS, dan lain-lain.

d. Cara Mengolah Manggis Sebagai Obat Kanker
Ada berbagai cara mengolah manggis sebagai obat, kulit manggis ada yang direbus lalu diminum airnya, dan ada juga kulit manggis dijemur sampai kering lalu dicelupkan kedalam air panas. Berikut adalh cara mengolah manggis menjadi obat yang siap dikonsumsi.
Cara I
1. Timbang berat awal kulit manggis sebanyak 150 gram.
2. Iris-iris Kecil Kemudian Jemur Selama 7 hari.
3.Tumbuk irisan kulit manggis tersebut kemudian masukan kedalam kapsul kosong
.
Cara II
1. Ambil Kulit buah manggis iris kecil kemudian jemur sampai kering.
2. Ambil 1 gelas air panas, celupkan 2-3 iris kulit buah manggis kering tadi.
3. Minum ramuan setelah hangat dan warna air jadi ungu. Rasa agak sepet enak
Cara III
Dari 2 buah manggis, dicuci dan dipotong potong, direbus dengan 4 gelas air sampal volume tinggal 1/2 nya, setelah dingin disaring Ialu diminum dengan madu bila perlu (2 x sehari 3/4gelas).
                 
B. Hipotesis
                  Kulit buah Manggis sangat kaya akan anti-oksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat maupun antosianin. Dalam kulit buah Manggis juga mengandung air sebanyak 62,05%, lemak 0,63%, protein 0,71%, dan juga karbohidrat sebanyak 35,61%. Dibawah ini adalah zat-zat yang terkandung dalam kulit manggis.
                  Kulit manggis mengandung banyak manfaat seperti menyembuhkan penyakit jantung, kanker, stroke, diabetes, ginjal, hepatitis, AIDS, dan lain-lain.

BAB III
METEODELOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
                  Di rumah dengan cara menupas kulit buah manggis pada siang hari tanggal 5 desember 2013. Dan mensearch di internet tentang kandungan apa saja yang ada pada kulit buah manggis.

B. Metode Penelitian
       a.  Metode Kualitatif
Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.
Terdapat kesalahan pemahaman di dalam masyarakat bahwa yang dinamakan sebagai kegiatan penelitian adalah penelitian yang bercorak survei. Ditambah lagi ada pemahaman lain bahwa penelitian yang benar jika menggunakan sebuah daftar pertanyaan dan datanya dianalisa dengan menggunakan teknik statistik. Pemahaman ini berkembang karena kuatnya pengaruh aliran positivistik dengan metode penelitian kuantitatif
Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan.
Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai alat. Peneliti harus mampu mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi inderawinya. Dengan demikian, peneliti harus dapat diterima oleh responden dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui bahasa tutur, bahasa tubuh, perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam dunia dan lingkungan responden.
      b. Pengempulan Data
                  Metode penelitian yang saya gunakan yaitu pengumpulan data yang terdapat dalam internet dan saya meringkasnya dan menyimpulkannya.

C. Instrumen Penelitian
                  Alat yang saya gunakan untuk penelitian sangat sederhana. Dengan menggunakan sebuah pisau untuk mengupas kulit buah manggis.


D. Teknik Analisis Data
                  Dengan mengumpulkan data-data yang terdapat pada google dan wikipedia. Dan dari berbagai-bagi blog yang ada diinternet.


  DAFTAR PUSTAKA
 http://forum.kompas.com/alternatif/239194-75-manfaat-kulit-manggis-untuk-kesehatan.html
http://www.hasbihtc.com/mengenal-tujuh-puluh-enam-manfaat-kulit-manggis.html 
http://manfaatdaunobat.blogspot.com/2013/06/manfaat-khasiat-kulit-buah-manggis.html









ARGUMENTASI


Kata-kata Argumentasi adalah kata-kata yang berarti alasan. Jadi paragraf atau karangan argumentatif adalah suatu karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam Argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh.
            Dalam berargumentasi, kita boleh mempertahankan pendapat, tetapi jugaharus mempertimbangkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Penalaran yang sehat dan didukung oleh penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan argumentatif.
Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan  :
  1. Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
  1. Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
  2. Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.
Ada beberapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat karangan argumentasi. sebagai berikut :
  1. Berpikir sehat, kritis, dan logis
  2. Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat
  3. Menjauhkan emosi dan unsur subjektif
  4. Menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran
Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain :
  1. Bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet)
  2. Wawancara atau angket
  3.  Penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi
Paragraf argumentatif dapat dikembangkan dengan pola penalaran sebab-akibat, yakni menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Dalam penggunaannya, penalaran sebab akibat dapat disajikan menjadi akibat sebab. Artinya, menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari sebab-sebabnya.

Agar lebih mudah, Anda dapat menulis paragraf argumentatif dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Daftarlah topik-topik pendapat yang dapat dikembangkan
  2. Susunlah kerangka paragraf yang akan dibuat
  3. Kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf
  4. Anda dapat menggunakan kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dan lain-lain)
Ciri-ciri Pargaraf atau karangan argumentasi
1.      Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin.
2.      Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain.
3.      Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian.
4.      Penutup berisi kesimpulan.

Berikut beberapa Contoh paragraf argumentatif atau paragraf argumentasi
Contoh 1
Sekali lagi, kita patut bersyukur karena tampaknya kegiatan ospek di kampus-kampus sudah ada perubahan ke arah yang lebih bermakna positif. Sudah saatnya kita meninggalkan perpeloncoan. Hidup ini sudah begitu keras untuk diperjuangkan, jangan ditambah lagi dengan kekerasan yang lain.
Contoh 2
Dua tahun terakhir, terhitung sejak Boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat itu mencuat ke permukaan. Ini bisa dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasan jika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua. Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua. Amankah? Kalau memang aman, lalu bagaimana cara merawatnya dan berapa biayanya sehingga ia tetap nyaman dinaiki?
Contoh 3
Memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal bekerja. Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknyamemilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tetapi tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. 
Contoh 4
Akibat perkembangan perekonomian dan pertambahan jumlah penduduk, komsumsi energi di dalam negeri juga meningkat. Kebutuhan gas di pulau jawa pada tahun 2002 sebanyak 943 juta kaki kubik per hari (MMCFD). Tahun 2005, meningkat menjadi 1,136 MMCFD. Pada tahun 2010, kebutuhan gas di pulau jawa diperkirakan 2.252 MMCFD dan tahun 2015, sebanyak 3,441 MMCFD

NAMA KELOMPOK            :
1.      ANNISA SELANDIA                       19111530
2.      CLAUDIA GALUH K.                     11111683
3.      MEGAWATI OKTAVIANI             14111391
KELAS           :   3KA07

ASAL MULA BAHASA

Diduga makhluk-makhluk yang mirip manusia dan menggunakan alat pemotong terbuat dari batu namun masih seperti kera “berkomunikasi“ secara naluriah , dengan bertukar- tanda alamiah berupa suara (gerutan, geraman, pekikan), postur dan gerakan tubuh, termasuk gerakan tangan dan lengan, sedikit lebih maju dari “komunikasi“ hewan primata masa kini. Mereka tidak menggunakan bahasa lisan yang membutuhkan penciptaan berbagai suara yang subtil.
Dulu nenek moyang yang juga disebut Cro magnon ini tinggal di gua-gua. Mereka punya sosok seperti manusia, hanya saja lebih berotot dan lebih tegap, mungkin karena hidup mereka penuh semangat dan makan makanan yang lebih sehat. Ketika mereka belum mampu berbahasa verbal, mereka berkomunikasi lewat gambar-gambar yang mereka buat pada tulang, tanduk, cadas, dan dinding gua yang banyak ditemukan di Spanyol dan Prancis Selatan. Mereka menggambarkan bison, rusa kutub, dan mamalia lainnya yang mereka buru. Inilah sarana pertama yang dikenal manusia untuk merekam informasi.
Kemudian antara 40.000 dan 35.000 tahun lalu Cro Magnon mulai menggunakan bahasa lisan. Ini dimungkingkan karena mereka punya struktur tengkorak, lidah, dan kotak suara yang mirip dengan yang dimiliki sekarang. Kemampuan berbahasa inilah yang membuat mereka terus bertahan hingga kini, tidak seperti makhluk mirip manusia sebelumnya yang musnah.
Fred West mengemukakan bahwa ,” ujar seperti halnya bahasa, adalah hasil kemampuan manusia untuk melihat gejala-gejala sebagai simbol-simbol dan keinginannya untuk mengungkapkan simbol-simbol(simbol vokal, hingga terucapkan kata-kata, umpamanya, bahaya, ngeri, dalam, dingin, menenggelamkan, hanyut, arus, dan sebagainya) itu.
Pandangan Socrates, Max Mueller (1825-1900) seorang bangsa Jerman mengemukakan Dingdong Theory atau Nativistic Theory yang meyakini bahwa bahasa timbul secara alamiah karena manusia mempunyai insting yang istimewa untuk mengeluarkan ekspresi ujaran bagi setiap pesan yang datang dari luar termasuk dalam meniru bunyi-bunyi alam.
Teori lain yang disebut Teori Bow-bow atau Echoic Theory menjelaskan bahwa bahasa manusia merupakan tiruan bahasa alam, misalnya suara halilintar, kicauan burung, bunyi hujan, bunyi gesekan daun, dan bunyi-bunyi lainnya akan merupakan sumber bahasa. Teori-teori yang dikemakakan Socrates, Max Mueller, dan Teori Bow-bow ternyata mendapat banyak kritik, karena teori-teori tersebut tidak dapat membuktikan semua ‘kata’ dapat dihubungkan dengan bunyi-bunyi alam.
Suara yang sama seringkali ditafsirkan secara berbeda-beda oleh orang-orang yang berlainan, misalnya dalam menirukan suara kokok ayam jantan, orang Jawa menyebutnya “kukuruyuk”, orang Sunda menyebut kongkorongok’, orang Prancis dan Spanyol menyebut “cocorico”, orang Cina menyebut “wang-wang”, sedangkan orang Inggris menyebut “cock a doodle do”.
Teori yang lain adalah Teori Interjeksi (Interjection Theory) atau Teori Pooh-pooh yang berpandangan bahwa bahasa manusia berasal dari dorongan dan ungkapan emosi, misalnya rasa sakit, takut, senang, marah, atau sedih. Menurut teori ini, bunyi “ha... ha...” timbul karena dorongan rasa gembira, bunyi “uuh. .“ timbul karena rasa sakit, bunyi “wow...” muncul karena rasa kaget.
Pada abad ke-19, Darwin menyodorkan hipotesis bahwa bahasa lahir karena menirukan isyarat-isyarat yang dilakukan anggota tubuh yang lain. Menurut teori ini pula bahwa isyarat fisik dapat menjadi cara untuk menunjukkan serangkaian makna. Selain teoni-teori sebagaimana dijelaskan di atas, masih ada teori lain mengenai asal mula bahasa dengan fokus pada aspek-aspek fisik manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.
Kini para antropologi menyimpulkan bahwa manusia dan bahasa berkembang bersama. Manusia ada di bumi ini kurang lebih sudah satu juta tahun lamanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya menjadi homo sapiens juga mempengaruhi perkembangan bahasanya. Perkembangan otaknya mengubah dia dari agak manusia menjadi manusia sesungguhnya. Mereka kini mempunyai kemampuan, mulai menemukan dan mempergunakan alat-alat, dan mulailah dia berbicara.
Dalam Combridge Encyclopedia tentang evolusi manusia, para editor Jones, Martin, dan Plilbeam mengizinkan bahwa tidak ada bahasa kecuali bahasa manusia; dan kemudian meneruskan mengamati bahwa bahasa adalah suatu adaptasi unik pada manusia, namun keunikannya juga memiliki sifat alami dan basis biologinya adalah sulit untuk digambarkan.
Bahasa manusia pertama hampir tak punya arti, sebagaimana ucapan-ucapan bayi lama kelamaan ucapan-ucapan tadi berkembang menuju kesempurnaan. Bukti kemampuan pembawaan untuk berbahasa ialah kenyataan bahwa setiap bayi yang dilahirkan hidup mesti menangis. Tangisan pertama inilah bentuk ujaran yang paling sederhana. Tangisan ini di mana pun bayi dilahirkan secara kualitas sama. Artinya, bahwa setiap bayi memiliki bunyi-bunyi dasar yang sama yang akan siap untuk dikembangkan dalam menguasai bahasa apa saja. Dengan demikian, manusia sanggup menguasai lebih dari satu bahasa.
Perkembangan sejarah bahasa dari jaman Yunani Kuno sampai sekarang tidak lepas dari adanya kontroversi. Kontroversi yang pertama sudah ada sejak abad keenam sebelum masehi. Dua kubu yang saling berhadapan saat itu kubu phusis dan kubu thesis. Kontroversi yang kedua terjadi sekitar abad ke-4 sebelum Masehi antara penganut faham Analogi dan penganut faham Anamoli. Kontroversi yang ketiga timbul pada jaman Renaissance, antara para penganut empirisme dan para penganut nasional.

MATA KULIAH       : BAHASA INDONESIA
KELAS                       :  3KA07
NAMA ANGGOTA KELOMPOK
-          ANNISA SELANDIA                 19111530
-          CLAUDIA GALUH . K              11111683
-          MEGAWATI OKTAVIANI         14111391