Selamat Datang di Catatan Kecil Ega, Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca ^_^

Posttest Estimasi - Pengelolaan Proyek Sistem Informasi



Posttest Estimasi
Sebutkan teknik-teknik estimasi pada Proyek Sistem Informasi. Tuliskan pada blog Anda yang terkoneksi pada Studentsite.

Jawaban :
Teknik-teknik estimasi yang digunakan ada 3 (tiga), yaitu : keputusan professional, sejarah, dan rumus-rumus.

·         Keputusan Profesional
Katakanlah, Anda adalah seorang yang memiliki pengalaman yang luas dalam memprogram “report generation modules”. Anda melakukan dengan pendekatan design report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari desain program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (Dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut dengan Keputusan Profesional Murni.
            Keuntungan dari teknik ini adalah cepat, dan jika sesorang sudah ahli, dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini yaitu Anda membutuhkan seorang ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat. Lagi pula, estimasi yang didapat adalah untuk jangka waktu yang lama dan ini harus dikerjakan oleh seorang ahli. Hal ini tidak dapat tergantung hanya pada ahli tersebut, jika yang lain ingin mengerjakannya tidak menjadi masalah. Tapi, hal ini sangat berbahaya jika hanya mempercayakan kepada seseorang yang memiliki sedikit pengetahuan dalam bidang ini.

·         Sejarah
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus yaitu Anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tugas yang akan di estimasi dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar Anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan. Untuk memprogramnya, mungkin generasi dalam bentuk formulir input, sebuah laporan, perhitungan rumus-rumus, dan lain-lain. Perusahaan atau departemen akan membuat tipe proyek yang sama. Carilah dasar untuk membangun “blocks” dan dokumen yang dibutuhkannya. Jika Anda sangat intelligent, lakukan langkah pertama dan bangunlah blocks tersebut dalam bentuk yang siap pakai. Anda dapat menduga bahwa sebuah penggunaan ulang ternyata lebih akurat jika dibandingkan dengan penulisan ulang. Dalam membandingkan satu apel dengan apel yang lainnya, Anda harus menuliskan perbedaannya. Catatan statistik dari IBM dan DEC memperlihatkan bahwa kemungkinan perbandingan antara produksi komputer yang baik dengan yang buruk adalah sebesar 8 : 1.

·         Rumus-rumus
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Sotfware yang baik untuk diketahui yaitu COCOMO. COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months),  jadwal (months), dan staf (number of staff) untuk masing-masing fase berikut ini : Preliminary Design - our Analysis Phase Detailed Desaign (DD) - our Design Phase Code and Unit test (CUT) - same as ours System Test - our System Test and Acceptance Phase. Ada 3 tipe penginputan dengan COCOMO : pertama, pemasukan biaya bulanan dari staf. Baik staf yang berkedudukan sebagai programmer, analis, designer, test staff, administrasi dan technical writer. Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah layar penginputan yang digunakan untuk tipe ke dua dari penginputan. Faktor-faktor ini mencirikan level keseluruhan dari kelengkapan software yang ada, ukuran dan kemampuan dari komputer yang digunakan untuk pengembangan, kemampuan menampung dan pengalaman staf, dan juga pemrograman praktis serta alat-alat yang digunakan.



SUMBER :

Pretest Estimasi - Pengelolaan Proyek Sistem Informasi



Pretest Estimasi

Apa yang dimaksud dengan “Estimasi”? Carilah satu contoh yang berhubungan dengan estimasi, tuliskan pada blog Anda yang terkoneksi dengan Studentsite.

Jawaban :

Pengertian Estimasi
Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika Anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal.

Contoh Sistem Estimasi Biaya Dan Usaha Proyek Pengembangan Software Sistem Informasi Bisnis
Estimasi ukuran software merupakan suatu akrifitas yang komplek dan sukar berdasarkan pada beberapa alasan seperti kemampuan programmer, faktor lingkungan dan sebagainya. Tetapi karena tindakan ini harus dilakukan dan untuk mendapatkannya dengan menggunakan ukuran seperti jumlah baris program (Source lines of code/SLOC) dan function Points.

Pembuatan Model Estimasi
Untuk pembuatan model estimasi biaya dan usaha proyek pengembangan software pertama-tama dilakukan analisa parameter yang berpengaruh terhadap kedua vaiabel tersebut. Untuk menguji keterkaitan atau pengaruh dari variabel, digunakan perhitungan nilai kolerasi dari setiap variabel yang di analisa. Adapun tabel kolerasi dari semua variabel hasil observasi adalah

Tabel Nilai Kolerasi Antar Variable Model Estimasi




Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai kolerasi antara effort dan function point bernilai 0,12, sedangkan kolerasi antara effort dengan total faktor kompleksitas bernilai 0,22. Dari nilai kolerasi ini dapat disimpulkan bahwa nilai usaha (effort) proyek pengembangan software dipengaruhi oleh nilai besaran function point dan tingkat kompleksitas proyek software. Artinya semakin tinggi nilai function point dan tingkat kompleksitas proyek software akan membutuhkan effort yang semakin tinggi pula. Hal yang sama juga dapat dilihat tingkat keterkaitan antara variabel biaya dengan function point yang mempunyai nilai korelasi sebesar 0,38. artinya besaran function point dari suatu proyek pengembangan software akan sangat berpengaruh terhadap besaran biaya yang digunakan. Adapun hasil pemodelan data biaya (cost) yang dikaitan dengan function point (FP) adalah seperti gambar berikut:


Grafik Model Biaya (Cost) dengan Function Points

Dari gambar di atas terlihat bahwa hubungan antar biaya (cost) dapat dimodelkan dengan grafik eksponensial. Artinya nilai peningkatan biaya yang dibutuhkan proyek pengembangan software bertambah secara eksponensial terhadap penambahan besaran function point dari proyek software yang akan dikembangkan. Adapun model eksponential yang diperoleh dari analisa data hasil observasi adalah :
Biaya (cost) = 8,0757*exp(0,0087*FP)
Dimana FP adalah function point dari proyek software yang akan dikembangkan.

Grafik Model Usaha (Effort) dengan FP secara linier

Secara linier regresi dapat direpresentasikan keterhubungan tersebut sebagai rumus :
Biaya (cost) = 3,7076 + 0,4138*FP
Sedangkan keterhubungan antara usaha (effort) dengan function point dapat diperlihatkan dengan beberapa model berikut:



Grafik Model Usaha (Effort) dengan FP secara Logaritmik



SUMBER :
http://km.ristek.go.id/assets/files/NEW/Prosiding/PDF%20final-2006/Suharjito.pdf

PERBEDAAN SKN DAN RTGS

Untuk memenuhi tugas Sistem Informasi Perbankan yaitu perbedaan SKN dan RTGS, disini saya akan menjelaskan perbedaan tersebut, berikut adalah penjelasannya      :

SKN (juga disebut LLG atau Kliring) digunakan untuk transfer ke semua rekening bank nasional, termasuk Jaringan ATM Prima (BCA salah satunya) dan Jaringan ATM Bersama.
Waktu transfer 2-3 hari kerja, tapi menurut pengalaman bisa hanya dalam satu hari jika transfernya pagi hari sebelum jam 11.
Biaya transfer Rp 5000 dan batas transaksi maksimal  Rp.99.999.999 per-hari

RTGS (Real-Time Gross Settlement) sama seperti kliring, namun waktu pengiriman lebih cepat sampai, sekitar 1-3 jam di hari yang sama setelah transfer. Berdasar pengalaman malah pernah di hari berikutnya dana baru terkirim ke rekening tujuan. Biaya transfer Rp. 15.000

Artinya apa, RTGS jauh lebih cepat dibandingkan dengan SKN dengan biaya lebih mahal 10rb dari SKN. Akan tetapi, bagi Anda  yang ingin proses transaksinya cepat, minimal 1 jam, RTGS adalah jalan keluar yang sangat tepat, terutama bagi saya yang masih males untuk ngurusin ATM saya yang hilang.




Apa yang Anda ketahui mengenai COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology)



COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan sekumpulan dokumentasi dan panduan yang mengarahkan pada IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen, dan pengguna (user) untuk menjembatani pemisah antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol, dan permasalahan-permasalahan teknis. COBIT dikembangkan oleh IT governance Institute (ITGI) yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA).

Menurut Campbell COBIT merupakan suatu cara untuk menerapkan IT governance. COBIT berupa kerangka kerja yang harus digunakan oleh suatu organisasi bersamaan dengan sumber daya lainnya untuk membentuk suatu standar yang umum berupa panduan pada lingkungan yang lebih spesifik. Secara terstruktur, COBIT terdiri dari seperangkat contol objectives untuk bidang teknologi indormasi, dirancang untuk memungkinkan tahapan bagi audit.

Menurut IT Governance Institute Control Objectives for Information and related Technology (COBIT, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna ( user ) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis.

Sejarah dan perkembangan

COBIT muncul pertama kali pada tahun 1996 yaitu COBIT versi 1 yang menekankan pada bidang audit, COBIT versi 2 pada tahun 1998 yang
menekankan pada tahap kontrol, COBIT versi 3 pada tahun 2000 yang berorientasi kepada manajemen, dan COBIT versi 4 yang lebih mengarah kepada IT governance. COBIT terdiri dari 4 domain, yaitu:

·         Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
·         Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
·         Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
·         Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)

Kerangka kerja COBIT
Menurut Campbell dalam hirarki COBIT terdapat 4 domain COBIT yang terbagi menjadi 34 proses dan 318 control objectives, serta 1547 control practitices. Dalam setiap domain dan proses di dalamnya tersedia pula panduan manajemen, panduan audit, dan ringkasan bagi pihak eksekutif

Adapun kerangka kerja COBIT secara keseluruhan terdiri atas arahan sebagai berikut:
·         Control Obejctives: terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi yang tercermin dalam 4 domain.
·         Audit guidelines: berisi 318 tujuan pengendalian bersifat rinci
·         Management guidelinesL berisi arahan, baik secara umum dan spesifik mengenai hal-hal yang menyangkut kebutuhan manajemen. Secara garis besar dapat memberikan jawaban mengenai:


  •  Apa saja indikator untuk mencapai hasil kinerja yang baik?

  • Faktor apa saja yang harus diperhatikan untuk mencapai sukses?

  • Apa resiko yang mungkin muncul bila tidak mencapai sasaran?

Disamping itu, dalam kerangka kerja COBIT juga memasukkan bagian-bagian seperti :
  • Maturity models: untuk menilai tahap maturity IT dalam skala 0-5
  • Critical Success Factors (CSFs): arahan implementasi bagi manajemen dalam melakukan pengendalian atas proses IT.
  • Key Goal Indicatirs (KGIs): berisi mengenai arahan kinerja proses-proses IT sehubungan dengan kebutuhan bisnis.
  • Key Performance Indicators (KPIs): kinerja proses-proses IT sehubungan dengan sasaran/tujuan proses (process goals).